Jumat, 07 Januari 2011

PENGUNJUNG LOKALISASI DOLI SURABAYA AKAN DI PASANG CCTV

CHINESE NEW YEAR



Surabaya - Pemerintah berencana akan memasang CCTV (Closed Circuit Television) di seluruh kawasan Gang Dolly, sebuah tempat pelacuran paling terkenal di Kota Surabaya. Langkah ini untuk merekam sekaligus mendata seluruh pengunjung yang masuk kekawasan lokalisasi terbesar di Asia tenggara itu.

"Ada usulan untuk pasang CCTV, intinya pemerintah akan berupaya secara bertahap menutup Dolly," kata Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf, seusai mengikuti sidang paripurna di DPRD Provinsi Jawa Timur Senin (25/10). CCTV ini rencannya akan dipasang diseluruh pintu masuk wisma yang ada di Dolly.

Data hasil rekaman kamera, selanjutnya akan dianalisa dan bagi siapa yang terlalu sering masuk ke Dolly misalnya, akan langsung diawasi untuk memastikan apakah pelanggan tersebut terinfeksi HIV/AIDS atau tidak. Ini diperlukan untuk meminimalisir penyebaran penyakit HIV/AIDS yang di Jawa Timur perkembangannya masih sangat tinggi.

Saifullah menegaskan, rencana penempatan CCTV ini juga bagian untuk melakukan pembatasan praktek lokalisasi Dolly. "Saat ini, menutup secara total Dolly memang tidak mungkin, yang bisa dilakukan hanya pembatasan," katanya.

Pembatasan, menurut dia telah dimulai oleh Pemerintah Kota Surabaya dengan mendata dan menerapkan larangan penambahan Pekerja Seks Komersial (PSK) baru. Dengan tiadanya penambahan PSK baru, praktek lokalisasi di gang Dolly diharapkan secara berangsur akan berkurang dan bisa tutup secara alamiah.

Selain itu, pemerintah melalui Dinas Sosial juga melakukan pemberdayaan bagi para PSK dengan cara pelatihan kerja. "Setelah mereka punya keahlian, ya kita titipkan kepada bupati/walikota asalnya, mereka itukan mayoritas bukan warga Surabaya," ujar Saifullah.

Menurut Saifullah, pemerintah akan menutup Dolly dalam waktu tiga empat tahun mendatang. “Kita bisa meniru di Zeedijk (lokalisasi terbesar di Belanda), meskipun negara itu sangat sekuler toh Zeedijk sekarang tinggal separuhnya saja yang beroperasi," katanya..

PSK Surabaya, PSK Dolly dan pemburu Seks Surabaya



Dalam benak saya, saya ingin mengajak para PSK Surabaya, PSK Dolly, penghuni Doli Surabaya, pemburu seks surabaya untuk mengunjungi blog ini, berdiskusi, tanya jawab atau yang mau taubat silahkan komentar disini. Tapi apapunya laptop dan modem ya...? buat akses blog ini. Atau mereka tidak sempat membuka internet untuk browsing/surfing tentang kehidupan mereka yang dipaparkan di seantero jagat oleh Google.

Kalau para PSK Surabaya, PSK Dolly dan pemburu Seks Surabaya gak bisa internetan, lalu siapa yang akan masuk blog ini. Hehehe, ayo...anda yang baca di titik ini "ketangkap basah" sedang berburu. OK silahkan baca-baca isi blog ini, saya berdoa para PSK juga punya laptop sehingga bisa mengisi Blog ini yang miskin komentar. Jika para PSK punya fasilitas Internet gratis, maka semoga mereka bisa menemukan Jodoh dari blog ini. Ya, karena blog ini bisa menjadi ajang pertemuan antara "PSK Surabaya, PSK Dolly, Hidung Belang Seks Surabaya atau waria surabaya".

Setelah masuk blog ini semoga postinganya di ingat-ingat sampai beberapa hari, karena ilmu yang tidak diingat-ingat beberapa hari, ilmu itu akan hilang. Saya juga berpikir, apa pejabat juga bisa kesasar di blog ini, jika iya, mereka mencari dalam hal apa..? penelitian, atau membuat program kerja untuk mengarahkan ke kebaikan, atau untuk "olahraga".

Kenapa saya membuat Blog ini, ya karena saya yakin akan tiba zaman keemasan. Zaman semua orang akan serba berkecukupan, mereka kaya semua, tidak ada yang kekurangan. Sedekah tidak ada yang menerima lagi, karena mereka sudah cukup.

Karena para WTS/PSK Surabaya sudah mendapat suami yang baik dan mencukupi semua kebutuhan keluarganya. Kemudian pada hidung belang yang biasa merasakan manisnya

Tiba-tiba bertaubat karena menemukan jodoh yang membimbingnya, jodoh yang menyadarkanya, jodoh yang membuatnya berkerja lebih giat untuk hidup bersama.

Apa ini bisa terjadi, saya jawab bisa. Pokok masalah sekarang adalah 90% uang di dunia ini di pegang orang kaya, disimpan dalam bank, di jadikan investasi, dijadikan pabrik dijadikan lapangan golf, dijadikan rumah, kebun dll. Lalu uang yang tinggal 10 % itu milik rakyat bersama. Suatu hal yang fantastis. Maka, jika hal ini di rubah, maka tidak ada orang yang miskin lagi. Perputaran uang tidak lagi di orang kaya saja, tetapi si miskin mendapat hak dari uang orang kaya itu. Jadi jika perputaran uang merata. Maka tidak ada ketakutan kekurangan uang, makan, harta, dan buah atau ketakutan perampokan. Gimana mau ngrampok, wong perampok hidupnya sudah cukup dan orang kaya juga taubat gak lagi tertalu kaya. Semua harta dibagi merata.

Saya jadi teringat kisah Nabi, Beliau tidak dapat tidur jika masih ada sekantong dirham di rumahnya. Maka beliau akan keluar mebawa harta itu dan membagikannya pada orang miskin yang Beliau temui, lalu beliau pulang dan tidur. Maka sewaktu meninggal yang tertinggal di rumahnya hanya beberapa dirham, perkakas dapur dan tempat air. Padahal beliau adalah Pemimpin pemerintahan, hakim jika ada masalah, jendral jika berangkat perang, pelindung jika ada yang mengadu, pemberi makan jika ada yang mengadu lapar, Ahli sujud dikala 1/3 malam saat orang terlelap.

Lho kok jadi kesini arah pembicaraanya.........zzzzzzzz.



Sampai sekarang orang yang membuat berita tentang "sejarah gang dolly" sabanyak 37.000 buah posting, dan memang blog dolly surabaya ini mendapat peringkat urutan 1 - 10 dari sekitar 37,600 hasil penelusuran untuk sejarah dolly. (0.17 detik). Waw, semakin banyak ya yang membicarakan doli ini !.

Kembali ke pokok yaitu adalah bisnis maksiat, bisnis kotor penih resiko penularan penyakit kelamin yang di kembangkan oleh "tante dolly" seorang keturunan Belanda dan berdiri sejak zaman belanda itu. Maka kalau ini sudah ada sejak Belanda dan didirikan oleh wanita kerurunan Belanda, maka orang Surabaya tidak boleh di salahkan sebagai pendiri "tempat mesum surabaya" ini. Tapi jika anda menyalahkan para calo, broker, atau perantara WTS/PSK yang mendukung prostitusi ini maka saya setuju.

Surabaya 350 tahun, banyak gedung-gedung dan bangunan kuno hasil peninggalan mereka, dan salah satunya adalah (Dolly Surabaya) ini. 350 tahun adalah waktu yang tidak pendek, jika orang kawin pada umur 25 thn dan punya anak, maka 350/25 = 14 generasi. Jadi selama Belanda tinggal di Indonesia, ini waktu yang cukup untuk melahirkan 14 generasi. Kita hidup paling tidak mengenal 4 generasi, kita, bapak kita, kakek kita dan buyut kita.

Ya, itu fungsi mengetahui sejarah, dengan belajar sejarah kita bisa menjadi manusia yang kritis. Zaman dulu Belanda memang kejam, mereka berburu daerah yang subur untuk diambil hasil buminya. Tetapi zaman semakin maju, penjajahan akan geografis akan musnah dengan sendirinya, para penjajah akan pulang kampung karena jarak yang jauh untuk pergi menjajah. Lihat Jepang yang merupakan negeri yang kuat di saat itu, mereka adalah salah satu Penjajah di negi ini, 3,5 thn. Tetapi lihat sekarang wilayah mereka tetap, mereka tidak berhasil memperluas wilayah geografis negara mereka.

Sejarah membuktikan yang ada sekarang adalah menjajah ekonomi. Emas di Papua setiap hari di ambil Amerika oleh FreePort nya. Pasir di Riau tiap hari di ambil oleh Singapura untuk membikin pulau baru. Kita adalah Negara yang bodoh, 350 thn kita makan ketela, gaplek. Maka otak kita tak jauh dari unsur gaplek tersebut.......sehingga jika ada orang Surabaya marah dia aka bilang.....kon gaplek'i....